Tim Dosen Polnes Berbagi Ilmu Konten Kreatif di Desa Wisata Sumber Sari
Untuk memperluas jangkauan promosi dan daya tarik wisata, Tim Dosen Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) menggelar pelatihan digital marketing. Kali ini bagi pengelola dan masyarakat Desa Wisata Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendampingan berkelanjutan yang dilakukan Polnes. Tujuannya, untuk mendorong kemandirian desa wisata melalui pemanfaatan teknologi. Dipimpin oleh Muhammad Fauzan Noor, SE.Par., M.Par., MMHTRL, pelatihan ini menghadirkan pakar konten kreatif. Yakni Cici Rahmadani, alumni Jurusan Pariwisata Polnes yang berpengalaman sebagai content creator profesional.
Bersama tim, mereka memberikan pendampingan komprehensif mulai dari strategi branding hingga teknik produksi konten yang menarik. “Di era digital seperti sekarang, konten yang menarik dan strategi promosi yang tepat menjadi kunci untuk menarik minat wisatawan. Melalui pelatihan ini, kami ingin membantu Desa Sumber Sari membangun branding yang kuat melalui platform digital,” jelas Fauzan.
Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi Desa Wisata Sumber Sari untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan menguasai digital marketing, tempat ini dapat mempromosikan diri secara mandiri.
“Kami berharap, dengan bekal yang diberikan, Desa Sumber Sari dapat lebih percaya diri mempromosikan potensinya. Dampaknya, tidak hanya sektor pariwisata yang tumbuh, tetapi juga ekonomi masyarakat sekitar,” terang Fauzan.
Sementara itu, Cici Rahmadani, membagikan berbagai materi teknis yang langsung dapat diaplikasikan. Termasuk teknik pengambilan gambar dan video menggunakan smartphone, editing konten dengan aplikasi CapCut dan Canva, serta strategi meningkatkan viewer melalui TikTok Ads.
“Kami mengajarkan bagaimana menghasilkan konten yang tidak hanya menarik secara visual tetapi juga memiliki nilai engagement tinggi. Mulai dari penentuan angle kamera, pengaturan pencahayaan, hingga pemanfaatan fitur-fitur trending di platform digital,” ucap Cici.
Sementara itu, pelatihan juga mengajarkan penggunaan fitur live streaming untuk meningkatkan interaksi dengan calon wisatawan. Peserta diajak memahami pentingnya analisis insight untuk mengevaluasi performa konten dan menentukan strategi konten yang tepat.
“Dengan memanfaatkan fitur live streaming dan menganalisis insight, desa wisata bisa lebih tepat dalam menjangkau target pasar dan membangun komunitas digital yang loyal,” ujar Cici.
ANTUSIASME WARGA
Dedi, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), menyampaikan apresiasi mendalam atas pendampingan ini. “Selama ini kami sering diberikan pelatihan oleh pemerintah tentang digital marketing, namun umumnya hanya teori saja,” akunya.
“Tetapi kali ini materi pendampingan sifatnya lebih teknis. Ini yang kami mau. Kami memahami strategi khusus mengoptimalkan Instagram Adsense, TikTok, serta Linktree. Kami langsung tancap gas dengan membeli akun premium untuk Canva, CapCut, Linktree, dan langsung mengisi saldo di Instagram kami. Dan dampaknya langsung terasa.Dalam 24 jam sudah ada peningkatan engagement yang signifikan,” timpal Dedi, semangat.
Kegiatan pendampingan ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Sumber Sari dan diharapkan dapat berlanjut dengan program-program lain yang mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan. (*)



